Passive 

By. Vylord

Im YoonA – Lee Donghae 

Genre : School-life, AU, Comedy, Romance

Length : Drabble

Rate : G

 
Akan sangat menyenangkan jika menyukai seseorang yang juga menyukaimu,  bukan?

Itulah yang dirasakan Yoona.

Setelah memendam perasaan sukanya pada seorang siswa laki laki yang merupakan kakak kelasnya, akhirnya ia mendengar bahwa pemuda itu juga menyukainya.

Yoona menjadi seorang pemenang dari sekian siswi yang mengaku penggemar si Ketua OSIS itu ketika ialah seseorang yang disukai si Ketua.

Ditambah dengan gosip bahwa Sang Ketua OSIS itu belum pernah berkencan dengan siapapun, jackpot untuk seorang Im Yoona.

Double Jackpot saat si Ketua OSIS itu memasuki kelasnya saat jam kosong.

Mengerjainya ah lebih tepat menggodanya bukanlah ide yang buruk.

Dengan isyarat Yoona dan gengnya, salah satu temannya menutup pintu kelas mereka.

Menghalangi Donghae si Ketua OSIS untuk keluar dari kelas itu.

“Hey!  Kakak kelas!  Aku juga menyukaimu!” seisi kelas itu terdiam,  dan Yoona yang baru saja mengatakan itu menjadi perhatian puluhan pasang mata yang berada didalam kelas itu.

Bukankah sangat tidak tahu malu si Yoona itu?  Atau kelewat polos?

Donghae yang mendengarnya hanya tertegun diam, menatap Yoona yang berdiri dibelakang mejanya dalam.

Jika siswa/i lain tidak berisik menyoraki Yoona, sudah pasti mereka akan mendengar suara dentuman jantung Donghae yang begitu cepat.

Apa gadis ini gila?  Menyatakan perasaannya didepan orang banyak?  Pikir Donghae.

Ia bukan tipe seorang pemuda yang biasa mendengar hal hal Cinta didepannya.

Karena terlalu memikirkan pelajarannya,  hingga ia tak peduli akan hal itu.

Ia juga seseorang yang pernah nakal, bolos sekolah maupun tidak mengerjakan pekerjaan rumahnya.

Namun sungguh, Cinta masih sangat tabu untuk seorang Lee Donghae si Ketua OSIS.

Darahnya berdesir kencang saat Yoona berjalan mendekatinya.

Dengan ponsel yang ada ditangannya,  Yoona mengarahkan kameranya kearah wajah Donghae.

Tentu saja Donghae menghindari wajahnya yang sudah memerah menahan malu.

Namun,  lagi lagi dengan jahilnya serta ambisi mengambil foto Donghae,  Yoona mendekatkan kameranya ke wajah Donghae.

Dan berhasil mengambil fotonya.

‘Brugh’

Tubuh Donghae jatuh begitu saja ke lantai.

“Eh? Pingsan?” itu suara si jahil Yoona.

°°°
Yoona sudah melakukan banyak hal hanya untuk mendengar pernyataan Cinta dari Donghae, bahkan sudah 2 bulan sejak ia bergabung menjadi anggota di organisasi yang diketuai Donghae tak kunjung membuat Donghae menyatakan perasaannya pada Yoona.

Tidak hanya masuk sebagai anggota OSIS,  Yoona juga sering melewati kelas Donghae sekedar menyapa pemuda itu.

Sebelum menjadi anggota OSIS, Yoona rela menjadi panitia kegiatan jika ada acara di sekolah mereka.

Karena Yoona tau, Donghae itu pasif.

Jadi ia hanya perlu memancingnya.

Namun, umpan Yoona tak kunjung membuat Donghae memakannya.

Pemuda itu masih saja memendamnya,  benar benar tipe yang polos dalam hal Cinta.

Lusa akan diselenggarakan acara pelepasan kakak kelas SMA mereka, demi bersama Donghae, Yoona rela memasukkan obat pencuci perut ke minuman temannya yang akan menemaninya membeli alat dan bahan untuk acara pelepasan. Membuat si Malang Irene harus berkali kali memasuki toilet.

Sudah rencana Yoona, melihat si Ketua lah yang tidak ada kerjaan kecuali memandori anggota lain.

Seperti rencana busuk gadis itu,  akhirnya Donghae yang akan menemani Yoona membeli alat dan bahan yang dibutuhkan.

“Aku sudah lelah, Kak.  Bisa kita istirahat sebentar?” itu hanya dusta, si kuat Yoona mana mungkin kelelahan karena berjalan di swalayan selama 2 jam. 7 jam pun ia tahan.

Donghae mengiyakan ajakan Yoona.  Walaupun masih ada bahan yang harus dibeli, mana tega ia membiarkan seorang perempuan kelelahan,  terlebih lagi ia menyukai gadis itu.

Donghae sudah terbiasa berada didekat Yoona selama gadis itu tidak malukan hal hal gila seperti kejadian 4 bulan silam.

Itu sangat teramat diluar dugaan Donghae. Walaupun awalnya ia senang karena Guru Jung menyuruhnya memberikan mereka materi dikarenakan Guru Jung tidak dapat masuk karena sibuk, ia harus berakhir ditempat tidur ruang kesehatan sekolah mereka.

“Kak, aku tau kau handal bernyanyi. Ku harap kau melakukan pertunjukan menyanyi diacara pelepasan nanti”

“Kak, apa kau suka buah stroberi?”

“Aku sangat lelah”

“Kak,  aku tau kau menyukai warna biru”

“Kak, kau memang belum pernah berkencan kan?”

“Selamat!  Ini adalah kencan pertamamu!  Denganku!”

Yoona itu berisik, ceria, sedikit nakal, genit, dan tidak tau malu. Namun itulah mengapa Lee Donghae menyukainya.

Yoona itu apa adanya. Ia benar benar hidup sebagai Im Yoona tanpa menghiraukan komentar iri orang lain terhadapnya.

Sudah banyak beredar rumor bahwa mereka berpacaran. Selama rumornya bersama Yoona,  tak akan menjadi masalah untuk Donghae.

“Kak! Kenapa kau hanya melamun dari tadi?” gerutuan Yoona membuat Donghae tersadar dari dirinya yang berlayar dipikirannya akan gadis itu.

“Aku tidak melamun” elak Donghae setelah tertangkap basah oleh Yoona.

“Cepat habiskan minumanmu!  Setelah ini kita akan menonton!” mata Donghae membulat mendengar perintah Yoona.

“Bagaimana dengan bahan yang belum kita beli?” bahannya masih belum lengkap, tapi Yoona sudah seenaknya mengajaknya menonton bioskop.

Bahkan mereka harus cepat kembali dan membantu anggota lain untuk menyiapkan tempatnya.

“Kita bisa membelinya setelah selesai menonton. Kau tak harus selalu menurut. Kau itu Ketua OSIS,  tak akan ada yang memarahimu,  kak” yang dikatakan Yoona itu benar, siapa yang akan berani menegur Sang Ketua?

“Tapi sebelumnya,  ada yang ingin ku katakan!” apapun itu, Donghae tau, Im Yoona ini selalu penuh kejutan.

“Katakan saja” Donghae sudah penasaran karena gadis itu masih belum melanjutkan perkataannya.

“Karena kau seorang pasif, aku yang akan mengambil langkah!” Donghae sibuk menebak apa yang akan dikatakan Yoona. Ia pasif? Mengambil langkah apa?

“Maukah kau berkencan dengan ku? Dan menjadi kekasihku?” itu sungguh diluar dugaan.

Iris hazel milik Donghae refleks membesar.

Donghae memang berencana akan menyatakan perasaannya pada Yoona, namun nyalinya tidak ada untuk yang satu itu.

Gadis ini benar benar diluar dugaan. Itu yang dipikirkan Donghae.

Ia menyukai Yoona,  dan Yoona menawarkannya menjadi kekasihnya. Itu tentu saja keinginan Donghae.

“Hey!  Kau mendengarku?”

“Ayo berkencan!  Dan menjadi sepasang kekasih! ”
-TAMAT-
Epilog

“Kalian kemana saja? Kenapa membeli bahannya bisa sampai 5 jam?” Donghae dan Yoona hanya memberikan cengiran mereka dan menggaruk belakang kepala mereka serempak.

“Jika ingin berkencan, bukan disaat tugas kalian membeli alat dan bahan untuk acara” itu memang mutlak salah mereka berdua. Tapi, Yoona lebih dominan.

“Bahkan kalian tidak membeli bahannya yang lengkap! Kalian harus kembali ke swalayan dan beli segala keperluan. Dan kau,  Im Yoona. Biarkan saja Ketua Donghae yang pergi, ia akan ditemani Kris ke swalayan. Aku tau, kau yang membuat kalian lama kembali!”

•••
Akhirnya selesai juga ini ff. Ceritanya terinspirasi dari dua adik sepupu author yang masih 4 tahun, dijodoh jodohin gitu. Trus ada suatu waktu, adik cwe gw mau ambil foto si adik cwo, nahh si cwo ngehindar trus ehh dengan polosnya si cwe trus trusan ngarahi kameranya ke muka si cwo, setelah diambil gambarnya dengan suara yang khas si cwo langsung nangis kejer:”v sambil mukulin emaknya yang ketawa liat tingkahnya 😂😂
Itu aja, seperti biasa.

Review mu, semangatku^^

12 thoughts on “Passive 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s