Who is He? 

By. Vylord

Im YoonA – Lee Donghae 

Genre : Fluff

Length : Short-fic

Rate : G

” Apa kau memiliki impian yang masih belum tercapai setelah sukses di dunia Entertaiment ini?” aku melihat Siwan sejenak, ku akui aku sudah sukses,  impianku untuk membahagiakan Ayahku juga sudah tercapai. Semuanya sudah bisa kugapai. Tapi, ada satu impian ku yang belum ku capai,  imipian semua wanita.

“Aku punya” Jonghyun yang baru saja bergabung mengernyitkan dahinya. Menatapku penasaran.

Sebelum mereka bertanya tentang apa impian ku itu,  aku terlebih dahulu menjawabnya.

“Menikah”

•••

Mengikuti apa yang dikatakan Jonghyun itu sebenarnya adalah hal bodoh.

Bertanya kepada peramal akan jodohku?

Ugh, itu menggelikan. Namun, tidak kalah menggelikan lagi aku yang dengan idiotnya mengikuti sarannya itu.

Aku sampai disuatu tempat terpencil disudut kota Gwangju.

Berkendaraan sendirian tanpa sepengetahuan manager dan member soshi yang lain.

Akan sangat memalukan jika mereka mengetahuinya.

Aku memasuki tempat itu setelah sebelumnya permisi untuk masuk.

“Hay anak muda, kau bisa perkenalkan dirimu dan bertanya apa yang ingin kau ketahui” aku menatap wanita paruh baya itu dalam, apa ia tak mengenaliku? Seorang Public Figure yang kepopulerannya tak perlu ditanyakan lagi?

“Aku, Im Yoona” jawabku mantap.

“So Nyeo Shi Dae? ” aku lagi lagi mengangguk mantap. Siapa yang tak tau itu?

“Aku juga menyukai Jang Saebyuk itu,  tapi kau tak perlu kurang percaya diri hingga mengaku bahwa kau adalah Yoona-ssi” rahangku jatuh ketanah begitu saja. Apa mustahil bagi seorang Idol untuk melakukan hal konyol ini?

“Aku memang Yoona,  bibi. Kau bisa melihat wajahku dengan jelas” aku sedikit kesal,  apa ia kira aku seorang pembohong?  Mengaku jadi orang lain?

“Kau memang sangat mirip dengannya. Tapi aku tak percaya Yoona-ssi bisa datang ke tempat seperti ini”

“Sepertinya itu memang benar kau, nona” aku sedikit terkekeh. Mengapa banyak orang yang tak percaya jika aku mengunjungi daerah daerah sederhana?

“Aku ingin menanyakan sesuatu, Bibi” melupakan hal tadi,  aku kembali pada tujuan utamaku datang kesini.

“Tanyakan saja. Nasibmu maupun takdirmu, aku bisa sedikit membacanya, sayang” Bibi itu meyakinkanku akan keahliannya. Aku hanya sedang kurang kerjaan saja dan mencoba kesini. Aku tidak percaya pada hal berbau ramalan, tapi aku hanya mencoba saja.

“Bisakah kau melihat dari diriku seperti apa pria yang akan menikah denganku?  Atau kisah cintaku?” aku bertanya padanya, apapun jawabannya itu hanya sebuah lelucon untukku. Seperti hiburan.

“Kau belum memiliki kekasih sampai sekarang setelah putus dengan seorang pria dua tahun silam” semua orang tau hal itu. Tapi, aku memang tidak berkencan dengan siapapun sejak putus dengan Lee Seung Gi.

“Kau bisa dekat dengan siapa saja, sifat ceriamu itu membuat orang nyaman denganmu. Itu menyebabkan banyak orang yang mencintaimu” siapa yang tak tau sifatku yang mudah bergaul? Sebenarnya,  Bibi ini terlalu berbelit.

“Bagaimana dengan pria itu,  Bibi?” aku menunggu jawaban darinya. Bagaimana seseorang yang akan menikah denganku kelak. Walaupun aku tak akan percaya,  namun apa salahnya mencoba?  Sebagai hiburan,  dan mana tau jika sebuah kebetulan pria itu seperti seseorang yang ku kenal.

“Aku tak tau pasti siapa pria itu. Tapi kau akan segera bertemu dengannya”

“Hanya itu saja?”

“Ya,  hanya itu yang bisa ku beritahu,  sayang”

•••
Aku keluar dari rumah Bibi itu dengan perasaan kesal. Jika itu jawabannya, aku sudah tau. Cepat atau lambat pasti akan bertemu dengan seorang pria yang akan menikahi ku.

Tentu saja,  semua orang juga akan segera bertemu dengan pria yang akan menikahinya. Kalau tidak bertemu, maka tidak akan menikah.

Semua yang ia katakan, orang lain juga tau itu.

Dia bisa berbohong untuk menghiburku, bukan malah membuatku kesal seperti ini.

Aku berjalan kesal kearah mobilku, aku masih sangat kesal.

Kaleng minuman itu harus menghilangkan kekesalanku, ya harus.

Aku menendangnya sekuat tenaga sebagai pelampiasan dari kekesalanku.

“Awww” aku mendongak kedepan melihat sumber suara itu, sepertinya pria itu terkena kaleng minuman yang ku tendang.

“Hey kau harus hati hati!  Kau sudah…  Yoona-ssi?”

“Oh!  Donghae Oppa!”

-TAMAT-
Epilog

Harusnya Bibi itu mengatakan bahwa pria yang akan menikah denganku itu seorang pria dari masa laluku!

•••
Ini tercipta kerna emang lagi pengen nulis ff, tapi gaada ide buat tema apa,  plot apa, gimana jalan ceritanya.

Jadilah ini seonggok ff yang siapnya ga sampe satu malam dan ending begitu saja.

Tanpa konflik, tanpa jalan cerita yang seru.

Sebuah ff sederhana yang lahir dari keisengan semata hoho

Ya walaupun hanya sesuatu yang sederhana, jangan lupa untuk meninggalkan jejak yaa^^
‘Jejakmu,  Semangatku’ ↖(^▽^)↗

15 thoughts on “Who is He? 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s